Sabtu, 12 April 2014

NEW MEDIA AND SMALL GROUP

NEW MEDIA AND SMALL GROUP

Teknologi adalah desain untuk tindakan intrumental yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat yang terlibat dalam mencapai hasil yang diinginkan. Teknologi biasanya memiliki dua aspek yaitu aspek perangkat keras (terdiri dari materi atau benda-benda fisik) dan aspek perangkat lunak (terdiri dari basis informasi untuk perangkat keras). Kedua aspek tersebut penting untuk penggunaan praktis komputer, tetapi karena perangkat keras lebih terlihat oleh pengamat kasual, maka kita akan berpikir teknologi utama adalah perangkat keras.
Teknologi komunikasi dalam masyarakat modern seperti Amerika Serikat. Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras, organisasi, struktur dan nilai-nilai sosial yang digunakan individu untuk mengumpulkan, memproses dan bertukar informasi dengan individu lainnya. Selanjutnya, yang lebih penting adalah sifat dan bagaimana fungsi media baru bagi sebagian besar orang untuk bertukar informasi. Pada kenyataannya teknologi komunikasi baru tidak hanya ditandai dengan adanya teknologi tunggal baru seperti mikrokomputer dan satelit, tetapi menggabungkan elemen-elemen dari jenis komunikasi baru seperti menggunakan satelit untuk memberikan berbagai wid dari programming untuk sistem televisi kabel. Contoh teknologi komunikasi baru yaitu telekonferensi jaringan, elektronik sistem, papan buletin computer, dan televise kabel interaktif.
 Kemajuan teknologi komunikasi informasi ini harus diakui memberikan paradigma baru yang mengubah keseluruhan cara pandang kita tentang berbagai masalah dan persoalan yang ada di muka bumi ini. Perubahan paradigma ini juga mempengaruhi media massa, khususnya media konvensional. Harus diakui kalau media baru dalam bentuk elektronik yang lalu lalang di jaringan internet adalah media informasi masa depan, media yang memiliki footprint yang luar biasa menjangkau berbagai lapisan pembaca dari berbagai kelas, dan akan melampaui jumlah pembaca media konvensional. Ke depannya, kita hanya bisa memprediksi apa yang akan terjadi terkait evolusi media baru. Berbagi pengetahuan dan pemahaman melalui diskusi, kegiatan konferensi, turut berkontribusi dalam memberikan informasi masa depan media baru.
Media baru (new media) merupakan sebuah terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Contoh dari media yang sangat mempresentasikan media baru adalah internet. Program televisi, film, majalah, buku, surat kabar dan jenis media cetak lain tidak termasuk media baru.
Sifat komunikasi kelompok kecil. Komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi.
Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka. Komunikasi kelompok kecil yang efektif menghendaki Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tatap muka. Interaksi yang berarti dapat berlangsung jika komunikasi melibatkan hal berbicara dan mendengar dalam lingkungan yang umum. Melalui pengenalan teknologi baru seperti komputer, mesin fax, telekonferensi, dan bentuk komunikasi cepat lainnya, masyarakat semakin terbiasa berkomunikasi dan menyokong hubungan tanpa kehadiran fisik orang lain. Bagaimanpun, komunikasi kelompok yang terbaik terjadi bila orang-orang dapat segera menanggapi komunikasi verbal dan nonverbal orang lain secara pribadi.
Teknologi baru itu sendiri digunakan oleh kelompok kecil untuk mempermudah atau memiliki fungsi di dalam sekelompok orang dalam melakukan pekerjaan. Sehingga dengan adanya teknologi dan media baru maka menjadi kelompok itu sendiri terbagi kedalam dua jenis kelompok yaitu kelompok tradisional dan kelompok teknologi. Dari kedua kelompok tersebut tentu memiliki perbedaan yaitu pada kelompok tradisional itu sendiri terikat oleh waktu dan tempat sementara kelompok teknologi tidak terikat dan bahkan dapat terbentuk dengan jumlah anggota dalam jumlah yang banyak hal tersebut yang kemudian membuat kedua kelompok tersebut memiliki kendala masing-masing. Kelompok tradisional terkendala oleh ruang dan waktu sehingga komunikasi sulit untuk terjadi apalagi bila dalam jumlah anggota yang banyak dan dalam penyampaian pesan pun kurang efektif karena dalam kelompok tradisional lebih menekankan kepada interaksi face to face sehingga dalam berkomunikasi setiap anggota harus meluang waktu yang banyak. Kekurangan yang ada pada kelompok tradisional tertentu tiak terjadi pada kelompok teknologi,penyampaian pesan sangat efektif dengan banyaknya media yang tersedia sehingga setiap anggota tidak harus melluangkan waktu yang banyak, tetapi tanpa disadari pada saat kita mengguankan teknologi sehingga kita kemudian tergantung pada teknologi tersebut kemudian lama kelamaan teknologi tersebut yang akan balik mengatur kita. Sehingga suatu kelompok harus benar-benar dapat memilih media yang digunakannya.
Secara tradisional kelompok kecil telah didefinisikan oleh peneliti, sebgai kolektif mulai dari minimal 2orang sampai , maksimum 15 anggota. Anggota kelompok tidak perlu lagi secara resmi  untuk hadir (di waktu atau tempat) untuk berkolaborasi, berbagi informasi atau bersosialisasi. Sebaliknya teknologi baru memfasilitasi penciptaan, pemeliharaan dan pembubaran kelompok antara individu-individu yang menggunakan teknologi yang berbeda (seperti telepon, ponsel, laptop) untuk berinteraksi lebih  dari satu atau menggunakan berbagai saluran  yang berupa (audio.video, graphics teks) yang ditawarkan oleh beberapa forum (kelompok berita di internet, online chat sesi via Instant Messenger, dan intranet perusahaan '). Ketika  kita menyaksikan munculnya media baru tidak hanya sebagai saluran tetapi juga sebagai agen dalam kelompok mengemudi atau mengatur proses keputusan kelompok dengan dinamis penataan interaksi kelompok (Kontraktor, 2002; DeSannis dan Gallupe, 1987).
Perkembangan  ini telah memicu pergeseran dalam konseptualisasi kelompok dari gagasan tradisional 'waktu yang sama, tempat yang sama' menjadi 'setiap saat, di mana saja dan, sebagian orang akan berpendapat dengan ragu,' kapan saja, di mana saja: Dalam pandangan  tradisional untuk menghadapi kelompok, ukuran kelompok mungkin akan relatif kecil dan keanggotaannya adalah dengan definisi  tertutup. Hal ini juga berlaku untuk beberapa tim kerja didistribusikan secara geografis yang berkolaborasi menggunakan teknologi komunikasi seperti video dan konferensi komputer. Namun, itu tidak terjadi di banyak newsgroup berbasis Internet, di mana ada ratusan peserta [Alexander et al., 2002). Peserta ini dapat menyatu sebagai sebuah kelompok karena biasa 'praktek', seperti pengembangan operasi komputer baru. Sebelum pengembangan World Wide Web dan Internet, penelitian pada kelompok dengan dukungan teknologi didorong oleh tiga tujuan dasar: untuk memeriksa bagaimana media baru bisa mengizinkan kelompok untuk mengatasi kendala ruang dan waktu, untuk mengevaluasi dampak teknologi pada jangkauan dan kecepatan anggota mengakses informasi, dan untuk mengevaluasi dampak dari teknologi dalam kinerja tugas kelompok (McGrath dan Hollmgshead1994).
Jadi setip kelompok memiliki pola ddan media interaksinya masing-masing sehingga kelompok itu dapat berjalan untuk mencapai tujuan dari kelompok tersebut dengan pemanfaatan media baru dan teknologi.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar