teknologi komunikasi

Menciptakan Komunitas melalui Media:
Investivigasi/Penyelidikan Sejarah, Teori dan Ilmu Pengetahuan

Bab ini membahas tentang hubungan antara media dan komunitas baru.
Pertama, adalah mengenai 3 periode sejarah perkembangan komunitas dan media. Gelombang Pertama Pada Komunitas Dan Studi Media
•           Park (1922) meneliti peranan pada media komunitas yang berhubungan dengan  pembentukan identitas  diantara  kelompok imigran.  Disini Park mengamati minat baca surat kabar di antara penduduk perkotaan dan pedesaan. Di kota  para pembaca  memiliki lebih banyak kepentingan karena itu tak hanya sekedar pemberitaan di daerah tempat tinggalnya saja yang dibaca namun berita dari luar daerah juga dibaca, sedangkan para pembaca  pedesaan lebih suka pada berita lokal.
•           Merton (1949) mengidentifikasi dua group  penduduk; yaitu lokalitas  dan kosmopolitan. Lokalitas  berorientasi pada  komunitas lokal, terlibat secara lokal  berdasarkan pada aktifitas sosial dan utamanya pada  surat kabar lokal  sebagai sebuah sumber untuk berita lokal. Kosmopolitan, hal yang berbeda, ia memiliki sebuah orientasi lebih luas   dan tingkat aktifitas sosial, dan  mengkonsumsi media   dari luar  lokalitas.
•           Janowitz (1952) menitik beratkan pada  peranan pada surat kabar dalam  mengintegrasikan individu-individu ke dalam sebuah komunitas.
•           Stanm   mengembangkan sebuah  model dimana ikatan komunitas dapat dilihat sebagai pendahulu atau  konsekwensi  pada  penggunaan media komunitas. Adanya surat kabar  berperan serta  untuk membentuk suatu ikatan komunitas, dan  pada  waktu lainnya hal yang berbeda terjadi pada ikatan komunitaslah yang berperan serta  pada penggunaan surat kabar. 
Gelombang kedua Pada komunitas dan studi media
            Sistem penyebaran televisi kabel  pada akhir tahun 1960an  dan awal taun 1970an,  sebuah  kepercayaan baru pada ketertarikan yang dikembangkan secara geografis  dijelaskan untuk menggunakan teknologi komunikasi ini untuk  inisiatif  dan aksi komunitas.   Media dalam konteks ini adalah  membuat  ‘media komunitas’   dan  istilah ini mengacu pada sebuah tingkat berbeda pada bentuk-bentuk mediasi pada  komunikasi, contoh media yang dijadikan pada media komunitas adalah  radio  dan  televisi. ).

Gelombang ke tiga
            Sebuah  group yang  terdiri  dari para praktisioner dan aktifis mahasiswa. Sejak  pertemuaan pertama tahun 2000, group telah berkembang dengan cepat dalam ukuran dan cakupan, telah melakukan pertemuan tahuhan baik di Amerika Utara dan Selatan. Website OurMedia menjelaskan sebuah sumber yang berharga dan luas  untuk  beasiswa sekarang ini (lihat http//www.ourmedianet.org). . Sejak  pertemuaan pertama tahun 2000, group telah Berkembang dengan cepat dalam ukuran dan cakupan, telah melakukan pertemuan tahuhan baik di Amerika Utara dan Selatan. Website OurMedia menjelaskan sebuah sumber yang berharga dan luas  untuk  beasiswa sekarang ini (lihat http//www.ourmedianet.org).
Perkembangan internet menyebabkan lahirnya era cyber society atau komunitas virtual.
.Bagian ke dua mengeksplorasi transformasi atau perubahan pada konsep komunitas dari studi  sosiologikal  yang berorientasi lokalitas.
Ke tiga memberikan ilustrasi pada tiga jenis studi  yang berhubungan dengan  komunitas dan  media  elektronik  skala kecil, jaringan-jaringan informasi komunitas, dan diskusi publik  dan perdebatan melalui  jaringan elektronik
Keempat, mengeksplorasi lebih jauh antara komunitas dan  media secara langsung. 

Dampak Media  Baru
Aspek negatif dalam teknologi yang  sebagai alat potensial yang menakutkan   untuk propaganda politik; televisi  dan  film, bagaimanapun, diduga  dapat untuk merusak masyarakat, merubah pikiran anak muda dan menghancurkan warisa budaya. Penelitian / karya-karya ilmiah menjadi diragukan validitasnya karena adanya perkembangan teknologi internet, hal ini disebabkan ketidakjelasan atau tidak dicantumkannya sumber informasi / referensi.
Aspek positif . Pendidikan akan meningkatkan warga  menjadi lebih  fokus  dan aktif;  perdagangan, pada ekonomi yang baru akan terjadi, bahwa  hilangnya nilai-nilai  komunitas tradisional dapat  diraih kembali melalaui  komunikasi melalui Internet.  
           
Media baru yang muncul saat ini belum akan berkembang menjadi media di masa depan. (Fauconnier, 1973; Hamelink, 1980)

Karakteristik Media Baru
Karakteristik pada media baru dijelaskan oleh McQuail  (1994: 20-6)  digunakan sebagai sebuah  pengambaran   pada  istilah. Media baru, ia menjelaskan, secara umum melibatkan desentralisasi pada channel untuk  penyebaran pesan; sebuah peningkatan  dalam ketersediaan kapasitas untuk  pemindahan pesan     melalui satelit, kabel  dan jaringan komputer;   sebuah peningkatan dalam opsi yang ada   untuk anggota audiense   untuk menjadi terlihat dalam proses komunikasi, sering  memerlukan  sebuah bentuk interaktif  komunikasi; dan sebuah  peningkatan dalam tingkat fleksibilitas untuk penentuan pesan. Negroponte (1995) mempertimbangkan  aspek terakhir  ini   yang merupakan  tampilan paling  fundamemntal  atau mendasar, dan digitalisasi  hal yang penting untuknya bahwa kandungan pada  satu  media dapat saling betukar dengan yang lainnya.
Media baru, seperti  yang  dianggap dalam bab ini  terlihat  sebagai pengembangan  dalam  komuikasi pada beberapa konteks.  Untuk alasan ini,  disana terdapat   nilai dalam menjelaskan  hubungan  pada media baru untuk    ruang dan waktu mereka, dengan memperhatikan  komuitas.

Menurut Feldman, New Media memiliki lima karakteristik, yaitu :
Pertama, media baru mudah dimanipulasi. Hal ini sering kali mendapat tanggapan negatif dan menjadi perdebatan, karena media baru memungkinkan setiap orang untuk memanipulasi dan merubah berbagai data dan informasi dengan bebas.

Kedua,  media baru bersifat networkable. Artinya, konten-konten yang terdapat dalam media baru dapat dengan mudah dishare dan dipertukarkan antar pengguna lewat jaringan internet yang tersedia. Karakteristik ini dapat kita sebut sebagai kelebihan, karena media baru membuat setiap orang dapat terkoneksi dengan cepat dan memberi solusi terhadap kendala jarak dan waktu antar pengguna.

Ketiga, media baru bersifat compressible. Konten-konten yang ada dalam media baru dapat diperkecil ukurannya sehingga kapasitasnya dapat dikurangi. Hal ini memberi kemudahan untuk menyimpan konten-konten tersebut dan men-sharenya kepada orang lain.

Keempat, media baru sifatnya padat. Dimana kita hanya membutuhkan space yang kecil untuk menyimpan berbagai konten yang ada dalam media baru. Sebagai contoh, kita hanya memerlukan satu PC yang terkoneksi dengan jaringan internet untuk dapat menyimpan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia dalam PC tersebut.

Kelima, media baru bersifat imparsial. Konten-konten yang ada dalam media baru tidak berpihak pada siapapun dan tidak dikuasai oleh segelintir orang saja. Karena itulah media baru seringkali disebut sebagai media yang sangat demokratis, karena kapitalisasi media tidak berlaku lagi. Setiap orang dapat menjadi produsen dan konsumen secara bersamaan dan setiap pengguna dapat berlaku aktif disana.

TAHAP PERKEMBANGAN MENGENAI KAJIAN MEDIA DAN COMMUNITY
MEDIA
Menciptakan Kumunitas dengan Media:
Saat ini   internet   mungkin dimiliki oleh masyarakat secara umum dan komunitas pada khususnya.  Itu terlihat seolah-olah tiap  generasi telah  diwakili  oleh  orang yang terpelajar  yang berperan serta pada media dan juga berpengaruh pada manusia. Selama jaman keemasan   pada  radio  sebagai contoh, itu membawa budaya  ke dalam setiap ruang kehidupan; selanjutnya, televisi yang kemudian mengubah pendidikan. Pada ke dua media ini  adalah  sebagai alat potensial untuk propaganda politik.

MEDIA BARU
Kebanyakan yang baru  berhubungan dengan perubahan  dalam cara  individu untuk dapat  berhubungan  dengan media dan untuk menentukan tempat dan fungsi  media ini dalam  kehidupan mereka tiap harinya. Media baru adalah, pada sebuah tingkat yang lebih besar, secara sosial  membentuk fenomena dan  sering berselisih  secara substansial dari perhatian orijinal pembuatnya.

-                      Karakteristik Media Baru oleh McQuail
Media baru, ia menjelaskan, secara umum melibatkan desentralisasi pada channel untuk  penyebaran pesan; sebuah peningkatan  dalam ketersediaan kapasitas untuk  pemindahan pesan melalui satelit, kabel  dan jaringan komputer;   sebuah peningkatan dalam opsi yang ada   untuk anggota audiense   untuk menjadi terlihat dalam proses komunikasi, sering  memerlukan  sebuah bentuk interaktif  komunikasi; dan sebuah  peningkatan dalam tingkat fleksibilitas untuk penentuan pesan.

Perkembangan  biasanya  berhubungan dengan media baru  yang banyak dan  meliputi teknologi seperti DVD dan CD-ROM; televisi kabel dan jaringan komputer;  perkembangan berbagai komputer media komunikasi (CMC)  seperti e-mail/surat elektronik,  group  baru dan  daftar diskusi, dan   layanan  chatting; layanan telepon  seperti SMS  dan MMS; dan  Internet yang didsarkan pada  layanan baru  yang disediakan oleh  surat kabat  tradisional dan  broadcaster.
Perkembangan bangsa Mesir pada kertas, preferensi  yang diberikan untuk  mensketsa  hubungan  khusus  antara komunitas dan media  pada  awal tahun 1900an ketika   studi komunitas  berkembang  sebagai sebuah  usaha akademik yang penting.  Gelombang ke dua  mengenai studi  yang berhubungan dengan komunitas dan media dapat dilacak pada akhir tahun 1960an dan 1970an ketika media komunitas elektronik skala kecil muncul. Ke tiga dan periode terakir untuk digambarkan adalah era Internet.

Gelombang Pertama Pada Komunitas Dan  Studi Media
Merton  menjelaskan, dengan kata lain, bahwa penggunaan media dan partisipasi komunitas adalah refleksi dari sifat individu.
Janowitz (1952) mengambil sebuah pendekatan berbeda pada topik komunitas  dan media, dan menekankan peranan pada struktur komunitas berhubungan dengan penggunaan  surat kabar lokal. Seperti Park, Janowitz menitik beratkan pada  peranan pada surat kabar dalam  mengintegrasikan individu-individu ke dalam sebuah komunitas. Ia beranggapan  surat kabar lokal  dapat berperan serta untuk konsensus pada sebuah komunitas lokal, dan ia meneliti peranan keluarga, soaial dan  partisipasi  komunitas pada bacaan surat kabar komunitas dan keterlibatan komunitas  berhubungan dengan perhatian yang lebih besar   pada  surat kabar lokal.


Gelombang ke dua:  Media Komunitas Elektronik
Media dalam konteks ini adalah  membuat  ‘media komunitas’   dan  istilah ini mengacu pada sebuah tingkat berbeda pada bentuk-bentuk mediasi pada  komunikasi;  media elektronik seperti surat kabar  dan majalah, dan  selanjutnya  jaringan elektronik membuat menyatukan karakteristik  baik pada  media  cetak tradisional dan elektronik.  Hal  yang mana televisi komunitas  adalah dijelaskan merupakan inisiatif skala kecil yang dibuat oleh orang lokal  sebagai pembeda dari siaran profesional (Lewis, 1976: 61). Para  anggota  pada komunitas, sering beraliansi  dengan para staf stasiun profesional dimaksudkan untuk bertanggung jawab untuk ide  dan produksi yang dihasilkan program. Para anggota komunitas   adalah secara umum dilibatkan  dalam semua hal pada aktifitas stasiun dan melatih mengkontrol  hari demihari  dan  kebijakan dalam  waktu lama.
Media baru seperti  radio komunitas dan  telvisi  adalah   memfokuskan pada studi  Eropa Barat (seperti pada Halloran, 1977; Jankowski, 1988)  dan Amerika Utara (seperti pada Fuller, 1994; Widlok, 1992). Beberapa tinjauan  sketsa  bagaimana group  menggunakan pada media elektronik skala kecil untuk  tujuan politik dan budaya (seperti pada Downing, 1984, 2000; Girard, 1992; Jallov, 1997). Studi Orang Eropa mengenai  ‘suara orang-orang ini’  dilakukan selama tahun 1970an dan 1980an, dikumpulkan dalam sebuah anthology dokumentasi  pengembangannya dan dampaknya (Jankoski et al., 1992
            Dengan memfokuskan pada media komunitas dalam  lokalitas didapatkan  tinjauan ulang ketertarikan pada inisiasi pada OURMedia,  sebuah  group yang  terdiri  dari para praktisioner dan aktifis mahasiswa. Sejak  pertemuaan pertama tahun 2000, group telah berkembang dengan cepat dalam ukuran dan cakupan, telah melakukan pertemuan tahuhan baik di Amerika Utara dan Selatan. Website OurMedia menjelaskan sebuah sumber yang berharga dan luas  untuk  beasiswa sekarang ini (lihat http//www.ourmedianet.org). Banyak penelitian oleh anggota pada group ini telah diinspirasi oleh diskusi pada “citizen media’, yang diusulkan oleh Rodriguez (2001) dan ‘alternative media’, bekerkja sama dengan Atton (1999).

Gelombang Ke Tiga: Era Internet
            secara serius memfokuskan pada Internet dapat dilacak  untuk publikasi pada sebuah issu tema gabungan  yang  dipersiapkan oleh Journal of Communication  dan  Journal of Computer-Mediated Communication (JCMC)  pada tahun 1996. Indikasi yang lain pada gelombang ke tiga yang signifikan dan penting ini adalah pembentukan mengenai Asosiasi pada Para Peneliti Internet dan melakukan  konferensi  internasional pertamanya pada Semptember 2000 (lihat Jones, 2004).
            Kesimpulannya, banyak yang masih terus mengalami perubahan, dan   pergerakan  perubahan visi  dan  refleksi.  Itu terlihat adil untuk mengatakan bahwa   akademik memfokuskan untuk komunitas, khususnya pada linkungan Internet. Apakah beberapa robustness/ketahanan akan melanjutkan yang mungkin akan bergantung sangat besar pada tingkat perbaikan konseptual yang dicapai selama tahun-tahun  berikutnya. Seberapa jauh  perbaikan tersebut berjalan dijelaskan dalam  bagian selanjutnya.

COMMUNITY
Perubahan Formulasi Pada Komunnitas
            Komunitas  sebagai sebuah konsep  popular   telah membuktikan dengan kuat   pada  serangan, bagaimanapun,  dan itu telah mendapatkan sebuah kehidupan baru  dalam wacana akademik  sejak diskusi  pada berbagai bentuk pada komunitas virtual  muncul  dalam  syberspace.
            Teori sekarang ini  dan reorientasi metodologikal dengan menekankan ikatan sosial adalah dipertimbangkan selanjutnya. Akhirnya, diskusi dan usaha-usaha untuk menjelaskan komunitas  dengan konteks pada Internet adalah berhubungan dengan berapa lama, dan  formulasi baru pada komunitas pada lingkungan ini dijelaskan.

Konseptualisasi sosiologikal awal pada komunitas
            Diskusi mengenai komunitas pada disiplin sosiologi sering dimulai dengan kontribusi pada Tonnies (1887/1957), khusunya formulasinya mengenai Gemeinschaft  dan Gesellschaft. Gemeinschaft, biasanya diartikan sebagai ‘community’/komunitas,  mengacu pada hubungan  yang ‘intimate/rekat, memperkuat dan  berdasarkan  pada sebuah  pemahaman jelas pada dimana tiap orang berdiri  dalam  masyarakat’ (Bell dan Newby, 1972: 24).  Ditemukan  dalam  masyarakat  sebelum  masa industri, hubungan ini adalah dirasakan secara budaya  homogen dan dengan kuat dipengaruhi institusi-institusi seperti gereja dan keluarga. Dasar pada Gemeinschaft  melibatkan  hal sentimental pada konvensi  dan  lebih banyak pada sebuah tradisi yang diturunkan dari generasi  ke generasi dari keluarga ke keluarga (Newby, 1980: 15).
            Istilah ‘Tonnies Gesellschaft secara umum diartikan sebagai ‘masyarakat’  atau ‘asosiasi’  dan mengacu pada ‘skala besar’, bukan perseorangan, kalkulatif,  dan  hubungan kotraktual’ (Newby, 1980: 15)  diyakini   untuk meningkat selama  periode industrialisasi pada abad ke sembilan belas. Aksi yang diambil dalam keuntungan potensial merekea untuk individual. Hubungan-hubungan adalah kontraktual dan  secara  fungsional  spesifik.  Karena pada  orientasi individual, Gesellschaft   adalah dibentuk oleh sebuah kadaan yang berkelanjutan.



Ikatan Sosial Sebagai Indikator Komunitas   .
Analisis jaringan sosial  telah menjadi penyebab   kolektif  dalam  penelitian Wellman dan koleganya (Garton et al, 1999; Wellman, 1997, 1999; Wellman dan Berkowitz, 1988,  1997), dan  kebanyakan sekarang ini dalam  penelitian mereka  pada  kegunaan   jaringan elektronik   pada   area  tempat tinggal (seperti pada Hampton  dan Wellman, 2000; Wellman  dan Hampton, 1999). Dalam sebuah diskusi pada apa yang ia sebut dengan ‘community question’/pertanyaan komunitas  Wellman (1999) menjelaskan tampilan dan nilai pada analisis jaringan sosial.  Pendekatan jaringan, ia menyatakan, menghindari  individual-tingkat pendekatan perspektif, memfokuskan pada hubungan antara nodes dan unit pada  sebuah jaringan.  Pendekatan ini memberikan sebuah kesempatan untuk mempertimbangkan tampilan sebagai  density/ketebalan  dan ‘tightness’/keeratan pada hubungan, tingkat  pada heterogenity diantara unit pada sebuah jaringan, dan dampak yang mana  hubungan dan posisi  pada sebuah jaringan mungkin ada pada individu atau aksi kolektif.
Komunitas Virtual
            Memberikan sebuah  pandangn personal    tentang  seperti apa itu kehidupan dalam dunia cyberspace.  Dengan  mengambil  pengalaman-pengalaman  personal dalam komunitas virtual pertama
            Serangkaian kontribusi teori mengenai komunitas dalam volume Jones telah dipersiapkan oleh Fernback  (1997, 1999; lihat  juga Fernback  dan Thompson, 1995a, 1995b). Fernback menjelasksan kontribusi dari  sosiolog  sebelumnya Tonnies dan Simmel, tetapi  ia  juga  meninjau kemebali  kontribusi dari Dewey  dan lebih banyak literatur sekarang  dari ‘new communitarian” Etzoni (1993)  dan Bellah  et al. (1985). Tidak seperti beberapa deskripsi sebelumnya  mengenai komunitas, ia menekanakan  dinamika  pada  kosnep: ‘ sebagai masyarakat yang menyusun pendapat mengenai komunitas  disusun secara  bersamaan’ (Fernback, 1997).  Sebuah sifat  sekarang mengenai konsep diketahui  sebagai komunitas  virtual  yang mana ia menjelaskan sebagai ‘hubungan sosial yang terjadi dalam cyberspace  melalui  kontak yang diulang  pada sebuah  batasan dan tempat  khusus (seperti pada sebuah konferensi atau  chatting line) yangmana secara simbol yang digambarkan   dengan topik  kepentingan’ (Fernback  dan Thompson, 1995b).
            Hal yang menjadi permasalahan dan perhatian  dalam tampilan komunitas virutal, menurut Fernback  dan Thompson (1995b), adalah ketidakstabilan para individual  yang  dimiliki  dalam komunitas. Para individu  dapat mennjadi aktif dan  menonjol dengan cepat, dan ketika  itu pula dengan cepat  menghilang  bersama: ‘meninggalkan sebuah komunitas virtual mungkin menjadi  mudah   seperti mengubah channel pada sebuah  televisi’. Beberapa ketidak stabilan mungkin  memiliki konsekwensi, mereka menjelaskan, untuk  stabilitas pada komunitas virtual   untuk sebuah tingkat yang lebih besar lagi dibandingkan dalam kasus dalam ‘kehidupan nyata’ atau  komunitas offline. Untuk alasan ini mereka  pesimistik  mengenai potentialitas pada komunitas online untuk berperan serta pada gambaran yang  terbentuk pada lingkaran publik’.

Perbedaan komunitas virtual dengan komunitas organik
Van Dijk (1998) mengambil sebuah pendekatan berbeda pada topik komunitas virtual dari Jones dan Fernback. Ia  menyusun, pertama, tugas  penentuan apakah kontruksi  sosial  dapat menggantikan untuk  kerugian  sosial  pada  hak istimewa komunitas  dalam masyarakat. Ia kemudian menyediakan sebuah definisi   pada komunitas virtual   sama dengan  formulasi yang lainnya, bahwa mereka adalah komunitas yang  tidak terikat pada sebuah tempat khusus  atau waktu, tetapi  masih  memberikan ketertarikan dalam sosial, budaya  dan  realitas mental  dari  ketertarikan umum sampai khusus atau aktifitas’ (1998:40). Pada dasar pada sebuah tinjauan ulang  pada beberapa literatur yang tersedia   pada komunitas,  van Dijk  memurnikan empat karakteristik yang ia katakan  adalah sama untuk semua komunitas, memiliki anggota, merupakan sebuah organisasi  sosial, bahasa dan pola-pola interaksi, dan sebuah budaya  dan  identitas umum. Karakteristik ini  kemudian digunakan   untuk membandingkan komunitas  virtual dengan kehidupan nyata atau apa yang  ia lebih sukai disebut dengan komunitas ‘organic’. Latihan ini memunculkan sebuah  typology jenis ideal  dimana  komunitas virtual  digambarkan secara relatif sebagai hubungan yang tidak tepat, yang mana tidak memperhatikan dengan pertimbangan pada  waktu dan ruang, yang mana berisi sebuah  bahasa yang dikembangkan, dan  pluralistik  dan heteregenous  dalam  komposisi (lihat Tabel 2.1). Seperti kasus dengan  usaha  untuk membuat  jenis ideal,  profil komunitas virtual ini  gagal secara  tepat menggambarkan kasus. Banyak komunitas virtual dapat dibentuk dengan  ikatan kuat diantara para anggota mereka, didasarkan pada waktu dan ruang, dan merefleksikan sebuah keanggotaan yang homogenous/homogen.

Tabel 2.1  Jennis  Ideal  komunnitas  organik dan virtual
Karakteristik
Organik
Virtual
Komposisi dan aktifitas

Organisasi sosial

Bahasa daninteraksi
Budaya dan  identitas
Group kuat (usia)
Beberapa aktifitas
Mengikat tempat dan  waktu
Verbal dan non  verbal
Total tunggal
Homogen
Afiliasi tidak cocok
Aktifitas khusus
Tidak mengikat tempat dan waktu
Verbal  dan banyak bahasa
Partial plural
Heterogen
Sumber: Van  Dijk, 1998: 45
            Dengan tipologi  ini, van Dijk  merumuskan  pertanyaan  penting pada studi ini: untuk perluasan apa  komunitas virtual dapat menggantikan  komunitas organik  dan  memberikan  kekuatan untuk proses  sosial sekaarang ini  pada fragmentasi dan  individualisasi?’ (1998: 48). Tinnjauan ulang  kesimpulan didasarkan pada awal penelitian CMC, ia menjelaskan bahwa group elektronik akan  hadir  pada  komunitas organik berhubungan dengan  struktur dan peraturan mereka. Kesimpulanya secara keseluruhan ‘komunitas yang hilang dalam masyarakat, sebagaian besar  karena budaya dan  identitas yang  diciptakan   adalah terlalu partial/memihak, heterogen  dan  menciptakan   sebuah  kenaggotaan dan kepemilikan yang kuat’ (1998: 59).
            Ia menjelaskan bahwa kualitas  pada wacana   adalah ‘miskin’  dan dialog asli  menghilang. Yang terbaik, komunitas virtual mungkin mendukung  komunitas tambahan, tetapi tidak dapat untuk menggantikan mereka, menurut pandangan van Dijk.
Pernyataan  di atas  mungkin dianggap sebagai hipotesis, tetapi  itu terlalu jelas untuk menarik kesimpulan. Studi empiris   perlu untuk secara substantif seperti klaim belum  dilakukan. Dalam tinjauan ulang oleh  satu dari beberapa orang untuk     melakukan sebuah penelitian lapangan ethnograpic yang diperluas pada sebuah komunitas online, Baym mendukung kritisme ini: ‘kita  tidak memiliki  dasar empiris   yang mana untuk menilai bagaimana  komunitas online mempengaruhi  komunitas offline (1998:38).
            Baym (1995, 1998, 1999) disisi lain  untuk memberikan, pandangan yang kaya ke dalam sebuah  group berita Usenets mempersembahkan  untuk diskusi pada  opera sabun televisi, juga mengelaborasikan pada sebuah model teoritikal  komunitas online. Ia menitik beratkan pada pemahaman bagaimana  komunitas mengembangkan dan memanifestasikan diri mereka, dan  apa yang terjadi selama proses  online  yang  memunculkan partisipan  untuk mengalami  fenomena  virtual ini sebagai komunitas. Baym   mengembangkan  apa yang ia sebuat dengan sebuah ‘emergent model of online  community’, komunitas  online model  emergent  (1998: 38).  Ia  mengatakan bahwa  lima  tampilan yang ada mempengaruhi karakter pada sebuah komunitas online:  konteks  ekternal,   struktur temporal, infrastruktur  system,   tujuan-tujuan group dan karakteristika pada para partisipan. Tampilan ini  berbenturan dengan perkembangan pada sebuah komunnias online yang berhubungan dengan bentuk-bentuk khusus group pada ekspresi, identitas, hubungan dan  konvensi  normatif’ (1998: 38).

STUDI ILUSTRATIF PADA MEDIA DAN KOMUNITAS BARU
            Berbagai formulasi pada  komunitas  yang  dihadirkan dalam  bagian sebelumnya  telah menemukan  refleksi  dalam berbagai studi empiris mengenai media. Disini, ilustrasi  disediakan   untuk tiga area  pada penelitian:  media elektronik skala kecil,  secara fisik  didasarkan pada  komunitas online,  dan diskusi publik  dan perdebatan di Internet.  Walaupun  penelitian dari berbagai area dapat dipilih (seperti perkembangan komunitas dan disain budaya dan bahasa, mengidentifikasi  formasi dan secarakomersiap  berorientasi  komunikasi virtual),  studi yang dihadirkan disini mengilustrasikan beberapa penelitian terkini  yang dilakukan  pada komunitas dan media baru.

Media Elektronik Skala Kecil
            Sebuah kompilasi terkini  pada penelitian media komunitas (Jankowski, 2001)   berisi sebuah bagian  empat bab yang  menjelaskan  pada  isu-isu dan ilustrasi pada  lingkaran pubik   yang berhubungan dengan  radio dan televisi komunitas. Disana, Mitchell (2001)  mengeksplorasi bagaimana  radio komunitas perempuan mungkin   memberikan sebuah alat  untuk pemberdayaan para wanita. Dengan data empiris  dari  stasiun   radio  wanita  dan  proyek  di Eropa, mitchell  menguji bagaimana   radio   dapat  digunakan   untuk   mengembangkan sebuah lingkaran publik  feminist.
            Colemann (2001) menyediakan sebuah analisi pada telepon dalam program  radio   di Irlandia dan mempertimbangkan bagaimana tiga program ini mungkin berkontribusi pada pertukaran yang lebih baik antara group terpisah dalam masyrakat. Ia mengatakan bahwa bentuk ini pada wacana memberikan kesempatan untuk komunikasi yang mana akan menjadi tidak seperti yang diharapkan atau sulit.  Sebuah kontribusi oleh Stein (2001)  menilai  peranan  akses publik pada televisi  dalam komunikasi politik di Amerika Serikat. Ia  menguji  penggunaan politikal pada akses televisi pada  proyek media radikal  dan mengatakan bahwa  media  memiliki sebuah tingkatan pembicaraan demokrasi dari industri media tradisional.
            Akhirnya, barlow (2001)  menguji  kebijakan-kebijakan  dan praktik  pada  tiga  stasiun komunitas radio  di Australia yang berhubungan dengan hal penting pada  sektor penyiaran itu. ketika semua stasiun melihat untuk memberikan pengphormatan  pada  prinsip-prinsip akses dan partisipasi, ia menemukan bahwa tiga stasiun ini berbeda secara substansial  dalam praktik mereka. Dengan demikian, semua  stasiun  adalah subjek  pada  sifat yang disebabkan oleh  profesionalisme, popularitas dan komersialisasi pada radio komunitas.

Secara Fisik Didasarkan Pada Komunitas Virtual
            Disana secara mendasar terdapat dua kategori  komunitas virtual: mereka dengan sebuah  hubungan berbeda  pada sebuah lokalitas geografis dan mereka yang tidak memiliki ikatan dengan sebuah  ruang khusus.  Freenets, PENs,  jaringan infromasi komunitas   dan  kota  digital  adalah bebrapa jenis secara  fisik  berdasarkan pada  komunitas  virtual dalam kategori ini.   Dua  studi terkini  pada  komunitas  virtual ini   seperti ilsutrasi pada penelitian yangdilakuan dalam  area ini

Internet Dan Diskusi Publik
Tempat diskusi publik dan perdebatan telah menjadi sebuah  hal  penting  pada  media komunitas  dalalm  beberapa dekade,  dan  hal ini   adalah  sama   penting juga  untuk  fasilitas-fasilitas internet yang  diberikan. Newsgroup, daftar-daftar dikusi, dan khususnya  situs-situs yang dibuat  untuk perdebatan sosial, politik dan  isu budaya yang ada dalam  internet.  Penelitian secara empiris  dimulai untuk   memunculkan  fenomena ini, khususnya dari perspektif pada konsep   lingkaran publik (seperti Dahlberg, 2001; Hegemann 2002; Schirato 2005).


Komunitas dan Penggunaan Media Baru

Baym (1999: 210-16) dalam kesimpulan pada studinya pada sebuah komunitas online pada fans opera sabun televfisi, merumuskan  sebuah  daftar lengkap yanglebih banyak pada empat pertanyaan:
·                Kekuatan apa yang membentuk identitas online?
·                Apakah komunitas online meningkat setiap waktu?
·                Bagaimana  partisipasi online  menghubungkan kehidupan offline?
·                Bagaimana  komunitas online  mempengaruhi  komunitas offline?
Ia bagaimanapun tidak memperluas pertanyaan-pertanyaan  ini  pada  tingkat  pada sebuah model yang dapat mengintegrasikan penemuan-penemuan, yang mana  arah untuk  studi empiris yang lebih jauh  mungkin disediakan. Observasi  dibuat   beberapa tahun lalu  oleh Wellman dan Gulia (1999: 185)  adalah masih relevan: ‘ini waktunya untuk mengganti anekdot dengan bukti…’Jawaban-jawaban belum ditemukan. Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan  mulai untuk disusun’. Saya hanya akan menambahkan bahwa waktu dan data juga untuk meningkatkan secara  teoritikal  berdasarkan model-model untuk memunculkan komunitas online dan jaringan  komunitas  digital, seperti model  yang  dihadirkan di atas (lihat juga pada Jankowski et al., 2001), bahwa itu adalah relevan  pada realisme  lainnya pada media baru  dan  komunitas. Pertanyaan-pertanyaan penelitian dimasukan pada model akan memberikan arahan yang diperlukan dan  mendapatkan   gelombang pada studi kasus yang memfokuskan  pada komunitas dan media baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar