ESSAY KOMUNITAS DAN
MEDIA BARU
Komunitas dapat terbentuk dari
adanya kesamaan pada bagian individu yang ada di dalamnya, adanya kebutuhan
dari tiap individu, juga merupakan suatu bentuk eksistenti ataupun ajang
pembentukkan identitas bagi individu yang kemudian bergabung menjadi komunitas.
Pada suatu komunitas tentu didalamnya tidak bisa dilepaskan proses komunikasi
yang mana pada proses komunikasi tersebut membutuhkan media. Media pula
mempengaruhi bagaimana komunitas itu berjalan. Media sendiri menggambarkan
bagaimana komunitas yang pada saat berada melalui adanya sejarah perkembangan
media. sekarang ini
internet mungkin dimiliki oleh
masyarakat secara umum dan komunitas pada khususnya. Itu terlihat seolah-olah
tiap generasi telah diwakili
oleh orang yang terpelajar yang berperan serta pada media dan juga
berpengaruh pada manusia. Selama jaman keemasan pada
radio sebagai contoh, itu membawa
budaya ke dalam setiap ruang kehidupan;
selanjutnya, televisi yang kemudian mengubah pendidikan (lihat pada Czitrom, 1982; Douglas, 1997; Head
1972). Pada ke dua media ini adalah sebagai alat potensial yang menakutkan untuk propaganda politik; televisi dan
film, bagaimanapun, diduga dapat
untuk merusak masyarakat, merubah pikiran anak muda dan menghancurkan warisa
budaya. Kebanyakan klaim, secara jelas,
memilki sedikit dasar dalam
bukti, dan ketika studi sistematis dan
studi yang luas dilakukan dapat dilihat dalam hasilnya. Diikuti dengan
pengenalan Internet. Teknologi komunikasi baru ini, dikatakan akan
menghapus pertidak samaan dan kejahatan dalam masyarakat. Pendidikan
akan meningkatkan warga ak an menjadi
lebih fokus dan aktif;
perdagangan, dibawah ekonomi baru akan terjadi. Beberapa seperti penemu
Electronic Frontier Foundation,
mengatakan internet sebagai yang tidak lebih dari hal yang paling berubah dalam peristiwa
teknologi sejak terjadinya perang’
(Barlow et al., 1995: 40). Rheingold (1993a, 1993b, 2000) diketahui
untuk kedudukannya yang mana
Internet dapat membantu penemuan kembali
atau menghidupkan kembali komunitas. Ia secara luas mengutip buku The
Virtual Community (dikutip, satu kali selanjutnya dalam bab ini), ia menjelaskan keyakinan umum bahwa hilangnya nilai-nilai komunitas tradisional dapat diraih kembali melalaui komunikasi melalui Internet. McQuail menggambarkan media secara umum
melibatkan desentralisasi pada channel untuk penyebaran pesan; sebuah
peningkatan dalam ketersediaan kapasitas untuk pemindahan pesan melalui
satelit, kabel dan jaringan komputer sebuah peningkatan dalam opsi yang ada
untuk anggota audiens untuk menjadi terlihat dalam proses komunikasi, sering
memerlukan sebuah bentuk interaktif komunikasi dan sebuah peningkatan dalam
tingkat fleksibilitas untuk penentuan pesan. Negroponte (1995) mempertimbangkan aspek terakhir ini
yang merupakan tampilan yang
paling fundamemntal atau mendasar, dan digitalisasi hal yang penting untuknya bahwa kandungan
pada satu media dapat saling betukar dengan yang
lainnya. Perkembangan biasanya berhubungan dengan media baru yang banyak dan meliputi teknologi seperti DVD dan CD-ROM;
televisi kabel dan jaringan komputer;
perkembangan berbagai komputer media komunikasi (CMC) seperti e-mail/surat elektronik, group
baru dan daftar diskusi, dan layanan
chatting; layanan telepon seperti
SMS dan MMS; dan Internet yang didsarkan pada layanan baru
yang disediakan oleh surat
kabat tradisional dan broadcaster.
Banyak dari contoh ini
adalah teknologikal dalam kandungan dan kepemilikanya, sedikit yang dilakukan dengan proses
komunikasi seperti ditanamkan dalam historikal khusus, sosial dan konteks personal. Media baru, seperti yang
dianggap dalam bab ini
terlihat sebagai pengembangan dalam
komuikasi pada beberapa konteks.
Untuk alasan ini, disana terdapat nilai
dalam menjelaskan hubungan pada media, baru untuk ruang dan waktu mereka, dengan memperhatikan komuitas. Walaupu argumen
dapat dibuat bahwa beberapa pengujian mungkin secara legitimasi dimulai
jauh sebelumnya pada penemuan Gutenberf pada
jenis yang dapat dipindahkan atau, bahkan lebih jauh lagu, Perkembangan
bangsa Mesir pada kertas,
preferensi yang diberikan untuk mensketsa
hubungan skhusus antara komunitas dan media pada
awal tahun 1900an ketika studi
komunitas berkembang sebagai sebuah usaha akademik yang penting. Gelombang ke dua mengenai studi yang berhubungan dengan komunitas dan media
dapat dilacak pada akhir tahun 1960an dan 1970an ketika media komunitas
elektronik skala kecil muncul. Ke tiga dan periode terakir untuk digambarkan
adalah era Internet.
Gelombang Pertama Pada Komunitas Dan Studi Media
Sebuah usaha
keras untuk menginvestivigasi kemungkinan hubungan-hubungan antara media dan
komunikasi yang terjadi dibawah tanda-tanda
pada Chicago School p ada tahun
192an dan 1930an. Khususnya, Park (19222(
tertarik dalam peranan pada media komunitas yang berhubungan dengan pembentukan identitas diantara
group imigran. Merton (1949) menindak lanjuti pada perbedaan ini dalam studinya mengenai
“Rovere” dan ia mengidentifikasi
dua group penduduk; lokal dan kosmopolitan. Lokalitas berorientasi pada komunitas lokal, terlibat secara lokal berdasarkan pada aktifitas sosial dan
utamanya pada surat kabar lokal sebagai sebuah sumber untuk berita lokal. Kosmopolitan,
hal yang berbeda, ia memiliki sebuah orientasi lebih luas dan tingkat aktifitas sosial, dan mengkonsumsi media dari luar
lokalitas. Merton menjelaskan,
dengan kata lain, bahwa penggunaan media dan partisipasi komunitas adalah
refleksi dari sifat individu.
Gelombang ke dua:
Media Komunitas Elektronik
Pada
pengembangan pada teknologi video rekaman portabel dan sistem penyebaran
televisi kabel pada akhir tahun
1960an dan awal taun 1970an, sebuah
kepercayaan baru pada ketertarikan yang dikembangkan untuk secara geografis dijelaskan untuk menggunakan teknologi
komunikasi ini untuk inisiatif dan aksi komunitas. Penggunaan
alat-alat elektronik ini pada komunikasi
adalah dalam berbagai cara sebuah p erkembangan pada teknologi cetak - mesin cetakan
dan teknologi media - diperkenalkan sebuah
dekade awal tahun 1960an ketika budaya dan group politik membentuk
surat kabar mereka sendiri, diketahui sebagai
underground/bawah tanah atau alternantive press/media alternatif (Denis dan Rivers, 1974).
Media dalam konteks ini adalah membuat
‘media komunitas’ dan istilah ini mengacu pada sebuah tingkat
berbeda pada bentuk-bentuk mediasi pada
komunikasi; media elektronik
seperti surat kabar dan majalah, dan selanjutnya
jaringan elektronik membuat menyatukan karakteristik baik pada
media cetak tradisional dan
elektronik. Hal yang mana televisi komunitas adalah dijelaskan merupakan inisiatif skala
kecil yang dibuat oleh orang lokal
sebagai pembeda dari siaran profesional (Lewis, 1976: 61). Para anggota
pada komunitas, sering beraliansi
dengan para staf stasiun profesional dimaksudkan untuk bertanggung jawab
untuk ide dan produksi yang dihasilkan
program. Para anggota komunitas adalah
secara umum dilibatkan dalam semua hal
pada aktifitas stasiun dan melatih mengkontrol
hari demihari dan kebijakan dalam waktu lama.
Gelombang Ke Tiga: Era Internet
Itu
sulit untuk menjelaskan secara tepat ketika sebuah hal baru
dimulai, tetapi akademik secara
serius memfokuskan pada Internet dapat dilacak
untuk publikasi pada sebuah issu tema gabungan yang
dipersiapkan oleh Journal of Communication dan
Journal of Computer-Mediated Communication (JCMC) pada tahun 1996. Indikasi yang lain pada
gelombang ke tiga yang signifikan dan penting ini adalah pembentukan mengenai
Asosiasi pada Para Peneliti Internet dan melakukan konferensi
internasional pertamanya pada Semptember 2000 (lihat Jones, 2004). Dan, hampir secara berkelanjutan sampai ke
Amerika Utara, Eropa dan Asia, departemen
akademik baru dan pusat penelitian telah dibuat, semua
mengatakan pada akademik baru ini.
Beberapa inisiatif ini telah mengambil secara virtual atau komunitas online
sebagai objek studi.
Dari
perkembangan yang ada media telah berubah dari waktu ke waktu dan menciptakan
komunitas-komunitas baru yang didalamnya terdapat komunikasi yang mana pada era
internet saat ini identitas bukanlah suatu hal yang pasti atau dapat diciptakan
meski sebenarnya figur itu tidak ada pda dunia nyata ataupun identitas tersebut
dibuat dengan figur yang berbeda dari figur yang ada pada dunia nyata. Media baru
sendiri membentuk komunitas dari yang tidak tahu menjadi tahu dan yang tahu
menjadi lebih tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar