Sabtu, 19 April 2014
ririn febrianti: Culture studies dan teknologi komunikasi
ririn febrianti: Culture studies dan teknologi komunikasi: Culture studies dan teknologi komunikasi Culture studies sendiri dapat diartikan sebagai suatu cara bagaiamana para ahli melihat suatu re...
ririn febrianti: Culture studies dan teknologi komunikasi
ririn febrianti: Culture studies dan teknologi komunikasi: Culture studies dan teknologi komunikasi Culture studies sendiri dapat diartikan sebagai suatu cara bagaiamana para ahli melihat suatu re...
Culture studies dan teknologi komunikasi
Culture
studies dan teknologi komunikasi
Culture
studies sendiri dapat diartikan sebagai suatu cara bagaiamana para ahli melihat
suatu realitas. Bagaimana para ahli melihat apa yang ada dan terjadi pada
masyarakat. Ciri-ciri dari culture studies atau yang menjadi ciri khas dari
kultur studies adalah culture studies selalu melihat sesuatu tidak semata-mata
pada sesutu itu sendiri dimana pada sesuatu terdapat sebuah makna yang memiliki
keterkaitan terhadap sesuatu yang lain.kita dapat memahami hal tersebut dengan
melihat bagaimana pergeseran budaya yang terjadi di Indonesia sendiri, contoh
yang mudah adalah bagaimana perubahan cara berpakaian masyarakat Indonesia yang
dulu menggunaka kebaya dan jarit bagi perempuannya saat ini ustru hal itu
sangat langka untuk dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, saat ini
masyarakat justru lebih nyaman dengan pakaian-pakaian yang berasal dari luar seperti
kemeja dan celana jeans yang bila kita telisik lebih dalam dari mana asal jeans
dan makna apa yang ada didalamnya kita akan mengetahui bahwa dalam culture
studies ini kita tidak hanya melihat sesuatu itu semata-mata sebagai sesuatu
itu sendiri tetapi ada makna lain yang saling berkaitan. Celana jeans berasal
dari amerika dimana jeans tersebuat biasa digunakan dan menjadi ciri dari
masyarakat kalangan bawah yakni kaum buruh dan para pekera kasar sehingga jeans
dianggap sebagai suatu bentuk perlawanan dari kaum buruh terhadap masyarakat
kelas atas. Dari hal tersebut kita dapat melihat bagaimana sebuah celana bukan
hanya menjadi atau hanya bermakna sebagai suatu pakaian yang digunakan sebagi
pakaian saa tetapi ada makna lain dibalik jeans tersebut dan bagaimana hal
tersebut dapat meberikan pengaruh tidak hanya bagi masayarakat amerika tapi
bagaimana celana jeans justru kemudian digunakan oleh masyarakat di belahan
dunia lain. Dalam culture studies erat kaiannya tentang bagaimana kita melihat
sesuatu hal (describe) tetapi kita tidak hanya melihat sesuatu itu saja tapi
ada kaitan lain antara sesuatu itu dengan sesuatu yang lain (connective). Jika kita
kaitkan itu pada teknologi komunikasi maka pertanyaan yang timbul adalah bukan
lagi apa tetapi bagaimana atau mengapa teknologi dapat mempengaruhi masyarakat?
Seperti
kita ketahui pula bahwa yang menciptakan teknologi adalah masyarakat sendiri
namun pada suatu masa bahkan mungkin saat ini teknologilah yang mulai
mengontrol kita akibat adanya pergeseran identitas dimana kita terpengaruhi dan
ketergantungan dengan teknologi itu sendiri. Akibat adanya penggunaan teknologi
menciptakan pengalaman pada masyarakat yang dapat kita gali menggunakan cara
culture studies dimana kita melihat adanya klausalitas didalamnya. Ciri khas
lain dari culture studies itu sendiri adalah bagaimana masyarakat mengalami
teknologi sebagai suatu praktek budaya sehingga merupakan hal yang salah bila
ada yang mengatakan bahwa antara teknologi dan budaya merupakan suatu hal yang
terpisah. Teknologi dan budaya memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan
dimana adanya teknologi menguatkan budaya itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut
kita dapat memberikan sebuah contoh dengan hadirnyaatau terciptanya komputer
yang tidak semata sebuah software dan hardware tetapi terdapat makna lain. Dengan
komputer seseorang memiliki kualitas yang berbeda. Pengalaman dengan komputer
merubah pengalaman seseorang, membuat komputer berkuasa atas user padahal kekuatan
bukan pada komputer tetapi pada user itu sendiri.
Topik
yang menarik dari culture studies sendiri dalam mempelajari teknologi
komunikasi adalah politik (democrasy), identitas, space (ruang), dan gender. Pada
hal ini kaitan gender bukan hanya terkait pada jenis kelamin tetapi dengan
adanya teknologi seseorang dapat berganti-ganti identitas berdasarkan konten
analisis teknologi dapat menimbulkan adanya ketimpangan gender. Contohnya saja,
pada game online sering kali menempatkan perempuan sebagai sumber ekploitasi.
Berkaitan
dengan identitas sendiri teknologi tidak hanya memberi fasilitas tetapi juga
memberi arak sehingga membuat ketimpangan antara msayarakat yang sangat
mengetahui teknologi dengan masyarakat yang sebetas mengenal teknologi sekedarnya
saja. Dengan adanya kajian culture studies ini bertujuan untuk mengembalikan
teknologi untuk menguatkan budaya yang sudah ada sehingga tidak menyebabkan suatu
pergeseran identitas ataupun budaya.
cultural
studies adalah suatu kajian terhadap pelbagai pola perilaku manusia baik secara
ideologi, politik, ekonomi, sosial maupun budaya dengan segala aspeknya yang
kompleks. Dengan kompleksitas persoalan yang dihadapinya, cultural studies
bergerak dari pemahaman terhadap bidang-bidang pertanyaan interdisipliner atau
posdisipliner yang berupaya mengeksplorasi produksi dan inkulkasi (penanaman)
budaya atau makna dalam tiap perilaku manusia. Lantaran itulah, secara
definitif, cultural studies kemudian menjadi tidak memiliki acuan yang tegas
dan baku; cultural studies hanya permainan-bahasa (language-game). Sebagai contoh
lain adalah bagaimana kita melihat fenomena teknologi seperti nedia sosial
dapat begitu melejit dikalangan masyarakat Indonesia hal itu bukan semata-mata
karena adanya kemajuan teknologi yang ada tetapi juga hal itu memiliki kaitan
terhapadap karakteristik masyarakat Indonesia itu sendiri dimana masyarakatnya
yang sangat gemar sekali bersosialiasai satu sama lain dan memiliki rasa ingin
tahu yang sangat besar dengan urusan orang lain sehingga dengan adanya media
sosial masyarakat Indonesia merasa seperti difasilitasi oleh teknologi itu sendiri
sehingga kemudian banyak sekali dan hampir semua mayarakat Indonesia memiliki
akun media sosial salah satunya adalah media sosial facebook. Masyarakat
Indonesia menjadi salah satu pengguna facebook terbanyak di dunia. Dengan menggunakan
kajian culture studies sendiri kita juga melihat bagaimana pergeseran fungsi
juga terjadi pada media sosial yang seharusnya sebagai media untuk
berkomunikasi dengan orang yang jauh ataupun sudah lama tak bertemu tetapi saat
ini justru menjadi tempat untuk berjualan barabg dan jasa. Hal-hal tersebut
tentu dapat kita pahami dan pelajari dengan menggunakan pendekatan culture
studies sehingga kita dapat memahami sesuatu itu tidak hanya berdasarkan hal
itu sendiri tapi ada hal lain yang memiliki keterkaitan yang akan semakin
menambah pemahaman kita terhadap suatu hal tersebut.
Sabtu, 12 April 2014
NEW MEDIA AND SMALL GROUP
NEW
MEDIA AND SMALL GROUP
Teknologi
adalah desain untuk tindakan intrumental yang mengurangi ketidakpastian dalam
hubungan sebab akibat yang terlibat dalam mencapai hasil yang diinginkan. Teknologi
biasanya memiliki dua aspek yaitu aspek perangkat keras (terdiri dari materi
atau benda-benda fisik) dan aspek perangkat lunak (terdiri dari basis informasi
untuk perangkat keras). Kedua aspek tersebut penting untuk penggunaan praktis
komputer, tetapi karena perangkat keras lebih terlihat oleh pengamat kasual,
maka kita akan berpikir teknologi utama adalah perangkat keras.
Teknologi komunikasi dalam masyarakat modern seperti
Amerika Serikat. Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras,
organisasi, struktur dan nilai-nilai sosial yang digunakan individu untuk
mengumpulkan, memproses dan bertukar informasi dengan individu lainnya.
Selanjutnya, yang lebih penting adalah sifat dan bagaimana fungsi media baru
bagi sebagian besar orang untuk bertukar informasi. Pada kenyataannya teknologi
komunikasi baru tidak hanya ditandai dengan adanya teknologi tunggal baru
seperti mikrokomputer dan satelit, tetapi menggabungkan elemen-elemen dari
jenis komunikasi baru seperti menggunakan satelit untuk memberikan berbagai wid
dari programming untuk sistem televisi kabel. Contoh teknologi komunikasi baru
yaitu telekonferensi jaringan, elektronik sistem, papan buletin computer, dan
televise kabel interaktif.
Kemajuan teknologi komunikasi informasi ini harus diakui
memberikan paradigma baru yang mengubah keseluruhan cara pandang kita tentang
berbagai masalah dan persoalan yang ada di muka bumi ini. Perubahan paradigma
ini juga mempengaruhi media massa, khususnya media konvensional. Harus diakui
kalau media baru dalam bentuk elektronik yang lalu lalang di jaringan internet
adalah media informasi masa depan, media yang memiliki footprint yang luar
biasa menjangkau berbagai lapisan pembaca dari berbagai kelas, dan akan
melampaui jumlah pembaca media konvensional. Ke depannya, kita hanya bisa
memprediksi apa yang akan terjadi terkait evolusi media baru. Berbagi
pengetahuan dan pemahaman melalui diskusi, kegiatan konferensi, turut
berkontribusi dalam memberikan informasi masa depan media baru.
Media baru (new media) merupakan sebuah terminologi untuk
menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang
terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Contoh dari media yang
sangat mempresentasikan media baru adalah internet. Program televisi, film,
majalah, buku, surat kabar dan jenis media cetak lain tidak termasuk media
baru.
Sifat komunikasi kelompok kecil. Komunikasi kelompok kecil
terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan
seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi
satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi,
mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi.
Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka. Komunikasi
kelompok kecil yang efektif menghendaki Anda untuk berkomunikasi dengan orang
lain melalui tatap muka. Interaksi yang berarti dapat berlangsung jika
komunikasi melibatkan hal berbicara dan mendengar dalam lingkungan yang umum.
Melalui pengenalan teknologi baru seperti komputer, mesin fax, telekonferensi,
dan bentuk komunikasi cepat lainnya, masyarakat semakin terbiasa berkomunikasi
dan menyokong hubungan tanpa kehadiran fisik orang lain. Bagaimanpun,
komunikasi kelompok yang terbaik terjadi bila orang-orang dapat segera
menanggapi komunikasi verbal dan nonverbal orang lain secara pribadi.
Teknologi baru itu sendiri digunakan oleh kelompok kecil
untuk mempermudah atau memiliki fungsi di dalam sekelompok orang dalam
melakukan pekerjaan. Sehingga dengan adanya teknologi dan media baru maka
menjadi kelompok itu sendiri terbagi kedalam dua jenis kelompok yaitu kelompok
tradisional dan kelompok teknologi. Dari kedua kelompok tersebut tentu memiliki
perbedaan yaitu pada kelompok tradisional itu sendiri terikat oleh waktu dan
tempat sementara kelompok teknologi tidak terikat dan bahkan dapat terbentuk
dengan jumlah anggota dalam jumlah yang banyak hal tersebut yang kemudian
membuat kedua kelompok tersebut memiliki kendala masing-masing. Kelompok tradisional
terkendala oleh ruang dan waktu sehingga komunikasi sulit untuk terjadi apalagi
bila dalam jumlah anggota yang banyak dan dalam penyampaian pesan pun kurang
efektif karena dalam kelompok tradisional lebih menekankan kepada interaksi
face to face sehingga dalam berkomunikasi setiap anggota harus meluang waktu
yang banyak. Kekurangan yang ada pada kelompok tradisional tertentu tiak
terjadi pada kelompok teknologi,penyampaian pesan sangat efektif dengan
banyaknya media yang tersedia sehingga setiap anggota tidak harus melluangkan
waktu yang banyak, tetapi tanpa disadari pada saat kita mengguankan teknologi
sehingga kita kemudian tergantung pada teknologi tersebut kemudian lama
kelamaan teknologi tersebut yang akan balik mengatur kita. Sehingga suatu
kelompok harus benar-benar dapat memilih media yang digunakannya.
Secara
tradisional kelompok kecil telah didefinisikan oleh peneliti, sebgai kolektif
mulai dari minimal 2orang sampai , maksimum 15 anggota. Anggota kelompok tidak
perlu lagi secara resmi untuk hadir (di
waktu atau tempat) untuk berkolaborasi, berbagi informasi atau bersosialisasi.
Sebaliknya teknologi baru memfasilitasi penciptaan, pemeliharaan dan pembubaran
kelompok antara individu-individu yang menggunakan teknologi yang berbeda
(seperti telepon, ponsel, laptop) untuk berinteraksi lebih dari satu atau menggunakan berbagai
saluran yang berupa (audio.video,
graphics teks) yang ditawarkan oleh beberapa forum (kelompok berita di
internet, online chat sesi via Instant Messenger, dan intranet perusahaan '). Ketika
kita menyaksikan munculnya media baru
tidak hanya sebagai saluran tetapi juga sebagai agen dalam kelompok mengemudi
atau mengatur proses keputusan kelompok dengan dinamis penataan interaksi
kelompok (Kontraktor, 2002; DeSannis dan Gallupe, 1987).
Perkembangan ini telah memicu pergeseran dalam
konseptualisasi kelompok dari gagasan tradisional 'waktu yang sama, tempat yang
sama' menjadi 'setiap saat, di mana saja dan, sebagian orang akan berpendapat
dengan ragu,' kapan saja, di mana saja: Dalam pandangan tradisional untuk menghadapi kelompok, ukuran
kelompok mungkin akan relatif kecil dan keanggotaannya adalah dengan definisi tertutup. Hal ini juga berlaku untuk beberapa
tim kerja didistribusikan secara geografis yang berkolaborasi menggunakan teknologi
komunikasi seperti video dan konferensi komputer. Namun, itu tidak terjadi di
banyak newsgroup berbasis Internet, di mana ada ratusan peserta [Alexander et
al., 2002). Peserta ini dapat menyatu sebagai sebuah kelompok karena biasa
'praktek', seperti pengembangan operasi komputer baru. Sebelum pengembangan
World Wide Web dan Internet, penelitian pada kelompok dengan dukungan teknologi
didorong oleh tiga tujuan dasar: untuk memeriksa bagaimana media baru bisa
mengizinkan kelompok untuk mengatasi kendala ruang dan waktu, untuk
mengevaluasi dampak teknologi pada jangkauan dan kecepatan anggota mengakses
informasi, dan untuk mengevaluasi dampak dari teknologi dalam kinerja tugas
kelompok (McGrath dan Hollmgshead1994).
Jadi setip
kelompok memiliki pola ddan media interaksinya masing-masing sehingga kelompok
itu dapat berjalan untuk mencapai tujuan dari kelompok tersebut dengan
pemanfaatan media baru dan teknologi.
Langganan:
Postingan (Atom)